Friday, 11 May 2018

cara memilih sekolah

Sekolah di Indonesia sama saja. pertimbangan memilih boleh saja karena omongan masyrakat atau lain-lainnya. Kita selalu memimpikan bagaimana negara menjadi lebih baik pasti karena pendidikan dengan sistemnya sehingga masyarakat jadi baik seperti budaya, sosial, ekonomi, teknologi dll. Faktanya dollar masih selalu tinggi. kondisi Inflasi masih tinggi Indonesia dengan negara tetangga, barang produksi kita juga tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang jumlahnya nomor empat (4) didunia. Ingat SDA kita semakin habis dan kenapa barang kebutuhan masih banyak membeli? Semua ini bisa diatasi melalui pendidikan karena menyangkut seluruh generasi Indonesia. Walaupun  belum bagus pendidikan kita tetapi dapat dicoba beberapa cara memilih sekolah :

- Pilih SMP yang paling dekat dengan rumah. Tidak perlu gengsi dengan teman-temannya. Sekolah di SMP mana pun sama. Sama-sama berkualitas. Yang terpenting adalah anak nyaman untuk menempuh pendidikannya.
- Pilih sekolah yang memiliki pamor bagus (bukan hanya nama saja). Di mana pandangan masyarakat tentang sekolah tersebut masih positif-positif saja. Tidak terkenal dengan murid-muridnya yang nakal.
- Sesuaikan dengan kondisi perekonomian orangtua. Jika mengedepankan gengsi saat memilih Sekolah Menengah Pertama (SMP), maka orangtua akan terbebani. Karena yang dipilih pasti SMP favorit (belum ada sebenarnya). Terbebani oleh 2 hal, yakni saingan yang ketat dan juga biaya hidup yang mahal. Orangtua akan menuruti pilihan anak asal anak nyaman, namun jika mengikuti gengsi justru akan merugikan. Merugikan diri sendiri dan orang tua. Bukannya malah berprestasi tetapi frustasi.
- Pilih sekolah sesuai minat dan kapasitas anak. (berilah pandangan tentang sekolah baik ) Jangan memaksa anak untuk bersekolah di sekolah mahal dan favorit jika anak tidak minat. Bahkan ada test masuk yang sulit dijangkau anak karena memang kapasitasnya kurang. Sebaiknya dihindari. Apalagi jika sudah merasa ragu sebelumnya. Daripada kecewa, lebih baik untuk memilih yang lainnya.
- Pilih sekolah dengan lingkungan yang bagus dan kondusif. Di mana usia SMP adalah usia yang rawan. Maka dari itu, pilih SMP yang benar-benar terfokus pada perkembangan siswanya. Karena peran orangtua di rumah akan digantikan oleh guru di sekolah.
- Lihat profil sekolahnya. Apa prestasinya (bukan dari lomba-lomba sebagai utama prestasi tetapi lulusan untuk hidup berkualits . Apa saja yang menjadi program unggulannya.
- Amati kelengkapan fasilitasnya. Baik fasilitas fisik maupun fasilitas mentalnya. Ada mushola, lapangan olahraga, perpustakaan, koperasi siswa,dan laboratorium. Namun juga harus kental bimbingan moral spiritualnya. Ini adalah tugas guru lewat kegiatan-kegiatan khusus.
- Lihat pilihan ekstrakurikulernya. Ekstra ini sangat penting untuk pengembangan diri di luar prestasi akademik.
- Lihat kurikulum yang dipakai kini K13 adalah kurikulum terbarunya. Namun masalahnya, di kelas, guru masih memakai merode ceramah. Pastikan kurikulum yang dipakai benar-benar diaplikasikan pada proses belajar mengajar di kelas.

No comments: